Limbah PVC: Contoh Dan Cara Pengolahannya

  • Admin
  • 11 Mar 2023

Limbah PVC adalah sisa dari aktivitas manusia yang digunakan untuk proses produksi, pasca konstruksi, dan sebagainya. PVC (Polyvinyl Chloride) merupakan bahan dasar limbah pipa yang berbentuk batang silinder berongga dan digunakan sebagai media pengaliran suatu zat cair, uap, atau gas.

Jenis limbah pipa PVC masuk ke dalam urutan ketiga dalam jenis limbah pipa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Keunggulan pipa PVC menjadikan jenis ini dipilih oleh sebagian besar masyarakat, di antaranya adalah kualitas yang baik dan sesuai dengan standar dalam negeri maupun internasional, tahan pecah dan kuat, aman digunakan untuk saluran air bersih dan kebutuhan konsumsi lainnya, ringan, desain yang efektif dan halus, serta mudah dilepas dan dipasang.

Jenis atau Contoh Limbah PVC

Limbah PVC umumnya dapat dibagi menjadi tiga jenis:

  • Limbah PVC SDR 41.

Jenis limbah PVC ini adalah pipa PVC pertama yang umumnya digunakan sebagai saluran pembuangan limbah, karena ketebalannya yang dapat mengalirkan limbah cair bertekanan tinggi dengan baik. Limbah PVC SDR 41 umumnya memiliki ukuran panjang 6 meter per batang dan diameter 3 sampai 24 inci.

  • Limbah PVC JIS.

Limbah PVC JIS atau Japanese Industrial Standard adalah salah satu jenis PVC yang paling banyak beredar di pasaran karena kualitasnya yang terbaik.

  • Limbah PVC SNI.

Limbah PVC SNI atau Standard Nasional Indonesia diproduksi di dalam negeri dan memiliki panjang antara 4 hingga 6 meter per batang. Limbah PVC ini mudah diaplikasikan dengan disambung. Jenis limbah PVC SNI terdiri dari empat jenis, yaitu limbah PVC SNI S 6.3 (batas tekanan 16 bar), SNI S 10 (batas tekanan 12.5 bar), SNI S 12 (batas tekanan 10 bar), dan SNI S 16 (batas tekanan 8 bar).

Limbah PVC mengandung bahan dasar klorin yang berbahaya dan sulit terurai secara alami. Jika limbah PVC dibuang dan tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa bahaya atau dampak negatif limbah PVC yang perlu diperhatikan adalah:

Pencemaran udara karena pembakaran limbah PVC dapat menghasilkan zat-zat beracun seperti dioksin dan furan.

Pencemaran tanah karena limbah PVC yang dibuang secara sembarangan dapat merusak struktur tanah dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Pencemaran air karena limbah PVC yang terbuang ke dalam sungai atau laut dapat mencemari air dan membahayakan organisme air yang hidup di dalamnya.

Pengelolaan Limbah PVC Bekas

Banyak masyarakat yang cenderung membuang limbah PVC bekas ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai solusi pengelolaan limbah PVC, namun hal ini menyebabkan perjalanan limbah PVC bekas di berbagai wilayah lingkungan yang dapat menurunkan kualitas lingkungan dan berdampak pada kesehatan. Sebagai solusi, pengelolaan limbah PVC bekas dapat dilakukan melalui pendekatan konsep 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Konsep ini dapat membantu mengurangi limbah PVC yang dihasilkan, memanfaatkan kembali limbah PVC yang masih dapat digunakan, serta mendaur ulang limbah PVC untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan.

Reduce

Konsep Reduce pada pengelolaan limbah PVC bertujuan untuk mengurangi jumlah timbulan limbah PVC atau pipa PVC bekas di lingkungan melalui upaya-upaya dalam mengubah perilaku konsumsi dan aktivitas produksi limbah PVC. Dengan menerapkan konsep ini, kita dapat mengurangi permasalahan limbah PVC yang sulit diolah secara sepenuhnya mengingat keterbatasan fasilitas pengelolaan limbah PVC, kapasitas limbah PVC yang dihasilkan, dan terbatasnya jasa daur ulang limbah PVC atau pipa PVC bekas yang tersedia di wilayah Indonesia.

Reuse

Untuk menerapkan konsep Reuse dalam pengelolaan limbah PVC, dibutuhkan upaya untuk memanfaatkan kembali limbah PVC atau pipa PVC bekas dengan fungsi yang sama tanpa melalui pengolahan atau perubahan bentuk melalui teknologi tertentu. Namun, perlu diperhatikan bahwa kondisi limbah PVC harus bersih dan terbebas dari kontaminan yang menempel di dalam maupun luar limbah PVC. Oleh karena itu, pembersihan limbah PVC atau pipa PVC bekas harus dilakukan oleh jasa pengelolaan yang berizin untuk memastikan bahwa proses pengelolaannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Recycle

Konsep recycle merupakan salah satu dari konsep 3R yang dapat menjadi langkah awal mewujudkan sirkular ekonomi di Indonesia sebagai alternatif dari ekonomi linier tradisional. Melalui pengelolaan recycle, limbah PVC dapat diubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis dengan cara meregenerasi produk. Proses recycle melibatkan perubahan bentuk limbah PVC, di mana penggilingan limbah PVC akan menghasilkan biji plastik dengan kualitas yang sesuai dengan standar. Biji plastik yang dihasilkan dari limbah PVC dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan produk lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, pengelolaan limbah PVC melalui konsep recycle dapat membantu mengurangi permasalahan limbah serta meningkatkan nilai ekonomis dari limbah PVC yang tadinya dianggap sebagai barang tidak berguna.

Social Share